Seno Aji, "2026, Kaltim Wajib Swasembada..!!"
“2026 Kalimantan Timur Harus Sudah Swasembada Pangan,” tegas Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat membuka Rapat Koordinasi Swasembada Pangan di Ruang Rapat Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, (6/7).
Berdasarkan data yang ada, Kalimantan Timur masih membutuhkan sekitar 40 persen peningkatan untuk mencapai target swasembada pangan. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, perangkat daerah terkait, TNI, Polri, serta Bulog sebagai penyerap hasil panen petani.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penambahan lahan seluas 2.300 hektare melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Program tersebut akan disusul dengan perluasan lahan lainnya sehingga total tambahan lahan diperkirakan mencapai sekitar 15.000 hektare hingga akhir 2026. Pengembangan akan difokuskan di empat kabupaten, yakni Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.
Selain program CSR, Kementerian Pertanian juga memberikan berbagai bentuk dukungan kepada petani, antara lain bantuan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan infrastruktur pendukung. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang diajukan dinas terkait maupun penyuluh pertanian, kemudian diverifikasi oleh BRMP Kalimantan Timur agar tepat sasaran.
Pemerintah juga mendorong penerapan teknologi budidaya padi modern melalui Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS). Dengan menerapkan jarak tanam yang lebih rapat, sistem ini mampu meningkatkan populasi tanaman hingga sekitar 800.000 tanaman per hektare dan diproyeksikan dapat mendongkrak produktivitas serta hasil panen padi di Kalimantan Timur.